Polres Diminta Hentikan Kasus Guru SMA Negeri 2 Pandeglang, Ucu Nur Arief Jauhar Ungkap Alasannya

- Senin, 5 Desember 2022 | 06:56 WIB
Koordinator KAPT Banten Ucu Nur Arief Jauhar (Tangkapan Layar Chanel YouTube/BantenPodcast)
Koordinator KAPT Banten Ucu Nur Arief Jauhar (Tangkapan Layar Chanel YouTube/BantenPodcast)

Bantenekspose.ID - Pelaporan salah seorang guru SMA Negeri 2 Pandeglang ke Kepolisian, dinilai Koordinator Komunitas Alumni Perguruan Tinggi (KAPT) Banten Ucu Nur Arief Jauhar, sebagai kriminalisasi guru.

Karenanya Koordinator KAPT Banten Ucu Nur Arief Jauhar, meminta pihak Polres Pandeglang menghentikan perkara dugaan pencurian listrik di SMA Negeri 2 Pandeglang.

Disampaikan Ucu Nur Arief Jauhar, salah seorang guru SMA Negeri 2 Pandeglang berinisial NFK, dilaporkan ke Polres Padeglang, dengan dugaan pencurian listrik sekolah.

Baca Juga: Pastikan Warga Terevakuasi Dari Lokasi Terdampak APG Gunung Semeru, Bupati Lumajang Thoriqul Haq Lakukan ini

Menurut Ucu Nur Arief Jauhar, sebetulnya bukan soal perkara pencurian listrik, Tapi alat membungkam guru SMAN 2 Pandeglang yang sudah menjadi calon Pengawas.

"Perkara itu terlihat jelas bukan soal pencurian listrik. Tapi alat membungkam guru SMAN 2 Pandeglang yang sudah menjadi calon Pengawas," kata Ucu, Minggu 4 Desember 2022.

"Bu NFK itu jadi narasumber berbagai media, soal tidak dilantiknya calon Kepala Sekolah dan calon Pengawas," imbuhnya.

Baca Juga: Contoh Soal Tes CAT PPK Pemilu 2024 Tentang Demokrasi Sistem Pemilu dan Kepartaian, Lengkap dengan Jawabnya

Sebelum dilaporkan ke Polres Pandeglang, lanjut Ucu, NFK telah dipanggil Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Banten.

NFK diminta memohon maaf kepada PJ Gubernur Banten. Dan secara lisan diberitahu dikeluarkan dari daftar calon Pengawas yang akan dilantik.

Halaman:

Editor: Saeroji Al Ghazaly

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X