• Senin, 25 September 2023

20 WNI Terdeteksi di Zona Konflik, Bareskrim Polri Usut Kasus Dugaan Perdagangan Manusia di Myanmar

- Kamis, 4 Mei 2023 | 17:05 WIB
Ilustrasi 20 WNI jadi korban dugaan Tindak Pidana Perdagangan Manusia (TPPO) di Myanmar. (Pixabay/lamu_lamuk)
Ilustrasi 20 WNI jadi korban dugaan Tindak Pidana Perdagangan Manusia (TPPO) di Myanmar. (Pixabay/lamu_lamuk)

BantenEkpose.id - Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri tengah melakukan penyelidikan atas laporan dugaan perdagangan mansusia atau Tindak Pidana Perdagangan Manusia (TPPO) yang melibatkan 20 Warga Negara Indonesia (WNI) di Myanmar.

Keluarga korban melaporkan kasus dugaan TPPO ini ke pihak kepolisian didampingi oleh seorang diplomat muda dari Direktorat Perlindungan WNI di Luar Negeri Kementerian Luar Negeri Rina Komaria, dan Ketua Umum Serikat Pekerja Migran Indonesia (SBMI), Hariyanto Suwarno.

Dalam keterangan tertulisnya, Kamis 4 Mei 2023, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan membenarkan bahwa polisi telah menerima laporan TPPO tersebut.

Baca Juga: Inilah Tradisi Masyarakat Adat Kasepuhan Cicarucub Hilir Desa Neglasari Kecamatan Cibeber Kabupaten Lebak

Bareskrim telah meluncurkan penyelidikan sejak berita itu menjadi viral, bahkan penyidik sudah memeriksa orang tua korban.

"Orangtua korban sudah dimintai keterangan," katanya sebagaimana dikutip dari laman PMJ News.

Menurut pengakuan orang tua, kata Ramadhan, para korban awalnya akan dikirim oleh sponsor ke Thailand, namun dipindahkan ke Myanmar.

Baca Juga: Cepetan Lamar Sebelum Tutup, PT BCA Finance Buka Lowongan Kerja Posisi ini, Terbuka Untuk Lulusan SMA

"Para korban dipindahkan ke beberapa tempat karena tidak memenuhi target. Korban masih berada di Myanmar, dan setelah berita korban menjadi viral, orang tua korban tidak dapat berkomunikasi dengan mereka," jelasnya.

Terkait kasus dugaan TPPO ini, polisi akan memproses secara hukum terhadap perekrut, sponsor, atau siapapun yang mengirim korban.

Mereka akan mengadakan sidang kasus untuk mengangkat masalah ini ke penyelidikan, dan mengidentifikasi tersangka dalam kasus tersebut.

Baca Juga: Kerap Pamer Kemewahan, KPK Bakal Panggil Kadinkes Provinsi Lampung

Terkait 20 WNI yang diduga menjadi korban perdagangan manusia, Ramadhan mengatakan Kemlu telah meneruskan kasus tersebut ke KBRI Yangon, kemudian mengirimkan nota diplomatik ke Kemlu di Myanmar.

“KBRI juga sudah berkoordinasi dengan aparat setempat, dan KBRI sudah berkomunikasi dengan para korban,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Sofi Mahalali

Sumber: PMJ News

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X