• Jumat, 9 Desember 2022

Wartawan Punya Pilihan Politik Tak Dilarang, Tapi Wajib Jaga Netralitas, Ini Tips Dari Ceo Promedia

- Sabtu, 19 November 2022 | 10:21 WIB
Diskusi media: Penguatan Sumber Daya Penyelenggara Pemilu dalam Pelaksanaan Demokrasi 2024 di media center KPU RI, Jakarta Pusat, Jumat, 18 November 2022. (Promedia Teknologi Indonesia)
Diskusi media: Penguatan Sumber Daya Penyelenggara Pemilu dalam Pelaksanaan Demokrasi 2024 di media center KPU RI, Jakarta Pusat, Jumat, 18 November 2022. (Promedia Teknologi Indonesia)

BantenEkspose.ID - Dalah perhelatan politik, seorang wartawan atau jurnalis tentu saja tak diharamkan untuk memiliki pilihan politik.

Namun demikian, sejatinya pilihan politik seorang jurnalis atau wartawan tetap disembunyikan, bahkan sebisa mungkin tak diketahui orang.

Hal tersebut, menurut CEO ProMedia Teknologi Indonesia Agus Sulistriyono, tentu saja tak terlepas dari tugas sebagai wartawan terikat kepada kode etik.

Baca Juga: Kisah Agus Sulistriyono dan Bangkitnya Ratusan Media Online Indonesia

Agus Sulistriyono yang akrab dipanggil Sulis, menyampaikan hal ini dalam diskusi media bertajuk 'Penguatan Sumber Daya Penyelenggara Pemilu dalam Pelaksanaan Demokrasi 2024' di media center KPU RI, Jakarta Pusat, Jumat, 18 November 2022.

Sulis mengatakan, secara prinsip tidak ada larangan bagi wartawan atau jurnalis untuk memiliki pilihan politik.

"Wartawan itu tidak dilarang punya pilihan politik, tidak, tetapi tidak boleh dilihat-lihatin," kata Sulis.

Baca Juga: Wisata Curug Kanteh Cikatomas Kabupaten Lebak Kini Tertata Sudah, Ketua Pokdarwis Ali Mukhtar Sampaikan ini

Sulis mengegaskan, pekerjaan sebagai jurnalis tetap harus menjaga prinsip netralitas dan independen

Dalam diskusi tersebut, Sulis menceritakan pengalamannya saat menjadi pemimpin redaksi di sejumlah media jaringan Kompas Gramedia (KG) beberapa tahun lalu.

Halaman:

Editor: Saeroji Al Ghazaly

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X