Importasi Kedeiai dari Amerika dan Kanada Jadi Sorotan Politisi PKS, Andi Akmal Fasludin Ungkap Soal ini

- Minggu, 13 November 2022 | 05:18 WIB
Anggota DPR RI Komisi IV Andi Akmal Pasluddin (Dok Fraksi PKS)
Anggota DPR RI Komisi IV Andi Akmal Pasluddin (Dok Fraksi PKS)

BantenEkspose.ID - Politisi PKS (Partai Keadilan Sejahtera), Andi Akmal Pasluddin menilai kinerja lembaga pemerintah pengelola pangan masih belum maksimal.

Penilaian Andi Akmal Pasluddin tersebut, berkenaan dengan importasi kedelai sebanyak 350.000 ton untuk mengendalikan harga.

“Ini alasan klasik yang terus berulang sepanjang tahun," kata Andi Akmal Pasludin, menyikapi importasi kedelai dalam jumlah besar dari Amerika dan Kanada.

Baca Juga: Dibanjiri Rezeki Besar di Masa Resesi 2023, Inilah 14 Tanggal Lahir yang Bakal Tajir, Simak Ulasannya

Dikatakan Andi Akmal, alasan utama melakukan impor karena tingginya harga komoditas termasuk kedelai, lantas cara mudahnya dengan impor.

Akmal menilai, importasi tersebut sebuah bukti bahwa manajemen stok dari dulu hingga kini, belum mampu menjadi negara ini berdaulat pangan.

"Upaya terbesar untuk mengendalikan importasi dengan kemampuan produksi dan manajemen stok terlihat dari jaman dulu hingga sekarang belum mampu menjadikan negara ini berdaulat terhadap komoditas pangan,” ungkap Akmal.

Baca Juga: Hajat Apapun Terkabul, Lakukan Amalan ini Secara Rutin Kata Syekh Ali Jaber

Dikatakan Akmal, importasi kedelai dalam jumlah besar tersebut dengan dalih tingginya harga yang semestinya dibawah angka maksimal Rp. 10.000, kini harga kedelai sudah menyentuh angka Rp. 13.000,-.

Akmal mewarning, importasi dengan kondisi rupiah melemah hingga tembus melebihi 15 ribu rupiah per dollarnya, akan berakibat gerusan devisa yang cukup signifikan.

Halaman:

Editor: Saeroji Al Ghazaly

Sumber: @tvr.parlemen

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Fadli Zon Beri Dua Catatan Jelang Tahun 2023

Kamis, 29 Desember 2022 | 11:20 WIB
X