• Jumat, 7 Oktober 2022

Menhan Prabowo Subianto Kembali Serahkan Unit Alusista Untuk Pertahanan Indonesia

- Sabtu, 18 Juni 2022 | 06:13 WIB
Menhan Prabowo Subianto saat menyerahkan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) produksi industri pertahanan dalam negeri, di Bandung (Dok. Kemhan.go.id)
Menhan Prabowo Subianto saat menyerahkan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) produksi industri pertahanan dalam negeri, di Bandung (Dok. Kemhan.go.id)

BantenEkspose.ID - Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto menyerahkan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) produksi industri pertahanan dalam negeri.

Alutsista yang diproduksi oleh PTDI tersebut diterima langsung oleh Menhan Prabowo Subianto dari Direktur Utama PTDI Gita Amperiawan dan kemudian diserahkan kepada KSAL Yudo.

Adapun Alutsista yang diberikan oleh Prabowo Subianto berupa dua unit Helikopter Anti Kapal Selam (AKS) dan satu unit Pesawat CN235 MPA kepada Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono di Hangar Aircraft Service PT Dirgantara Indonesia (PTDI) Bandung, belum lama ini

Baca Juga: Kasus Kematian Akibat DBD di Indonesia Tahun 2022 Capai 432 Kasus

Menhan Prabowo Subianto dalam sambutannya menekankan bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo bekerja keras agar sedapat mungkin anggaran yang dikeluarkan pemerintah diarahkan kepada industri pertahanan dalam negeri.

“Ini merupakan tekad kami untuk terus memperkuat industri pertahanan dalam negeri yang sangat vital bagi kelangsungan dan keselamatan bangsa,” tegas Menhan Prabowo Subianto.

“Bangsa ini harus kuat. Bangsa kita bangsa besar dan kaya. Kalau kita tidak kuat, kekayaan kita bisa dirampas. Untuk itu, TNI harus kuat agar dapat menjaga kekayaan kita,” lanjutnya.

Baca Juga: Ini Arahan Presiden Jokowi Untuk Pj Gubernur Banten Al Muktabar

Sebagai informasi, pesawat CN235 MPA yang diserahkan ini merupakan pesawat PTDI pertama yang telah dimodifikasi dan di-upgrade pada seluruh avionic system-nya dengan menggunakan teknologi terbaru full glass cockpit dan display digital yang terintegrasi, di mana untuk komposisi TKDN-nya mencapai 42,56 persen.

Halaman:

Editor: Herliana A Saputra

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X